Kaum muslimin yang
dirahmati Allah
Marilah dengan tidak
pernah merasa jenuh untuk selalu mensyukuri ni’mat Allah Ta’ala yang begitu
banyak tercurah kepada kita sebagai makhluknya, yang apabila kita mencoba untuk
menghitungnya niscaya kita tak akan mampu melakukanya, misalnya saja hari ini,
bila Allah swt tidak memberikan taufik dan hidayahnya niscaya kita tidak akan
berada ditempat ini sekarang ini. Salawat dan salam mari senantiasa kita
curahkan pada junjungan kita, panutan kita Nabiyullah Muhamad Saw, smoga
curahan rahmat dan kasih sayang Allah selalu melimpah pada beliau saw,
keluarganya dan juga para sahabat-sahabatnya serta InsyaAllah kita sbagai
pengikutnya akan mendapat syafaat
darinya diayumil akhir nanti. Amiiin ya Rabbal ‘Alamiiin
Kaum muslimin yang
dirahmati Allah
Marilah kita selalu
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dengan
keimanan dan ketaqwaan yang hakiki, yaitu Dengan hanya menyembah/ beribadah dan
meminta hanya kepadanya semata dan menjalankan segala perintah-perintahnya
terutama dan yang paling utama perintah Shalat karena kata Rasulullah saw “bila
baik Shalat seseorang maka amalan yang lain akan ikut baik, bila buruk Shalat
seserorang maka amalan yang lainpun akan ikut buruk juga dan yang paling tegas
Rasulullah mengatakan janganlah kamu tinggalkan semua Shalat-shalat lima waktu
dan bila kamu berani meninggalkanya satu waktu saja dengan sengaja dan tanpa
Uzur, maka Allah berlepas diri darimu atau dengan kata lain Allah tidak akan
memberikan perlindungan lagi padamu”. dan juga marilah kita jauhi semua
larangan-larangannya terutaama larangan-larangan yang besar.
Kaum muslimin
Rahimahkumullah
Marilah kita segera
mencari bekal untuk menuju pertemuan kita dengan sang pencipta kita, Allah
Rabbu’Izzati, karena kita tidak mengetahui kapan kita akan mati, kapan ajal
akan menjemput kita. Dalam hal ini Allah Ta’ala Berfirman:
وَتَــزَوَّدُوْافَاِنَ
خَيْرَالزَّادِالتَّقْوَى، وَاتَّقُوْنِ يَاُولىِ الْاَلْبَابِ
Artinya : “Dan
berbekalah kalian maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Taqwa dan bertaqwalah
kalian kepadaku wahai orang-orang yang mempunyai akal dan hati yang bersih”.
(QS. Al-Baqarah : 197)
Ketahuilah sesungguhnya
kita manusia ini sedang dalam melakukan perjalanan setapak demi setapak dalam
menempuh kehidupan ini, dimulai dari alam rahim, alam dunia, alam kubur dan
alam akhirat. Tahapan-tahapan tsb harus kita jalani hingga akhirnya nanti kita
akan menemui alam akhirat, tempat dimana kita akan memperhitungkan segala
amalan yang telah kita lakukan semasa didunia ini. Maka sepatutnyalah tatkala
kita mendengar ada yang menyampaikan
ayat-ayat Alquran dan Hadits Nabi yang memberitakan tentang keadaan Alam
akhirat, hendaklah hati kita menjadi takut, menangis dan menjadi dekatlah hati
kita kepada Allah Subbhana Wata’ala.
Akan tetapi bagi kebanyakan
orang yang tidak merasa takut kepada Allah ‘Azza Wa jalla ketika disebut kata
Neraka, Azab, As-Shirat dan lain sebagainya dan terasa maka terasa ringan
diucapkan tanpa makna sama sekali bagi mereka. Na’udzubillahi min dzalik.
Mari kita simak
baik-baik ayat Al-Quran berikut ini,
وَاَمَّامَنْ اُوْتِيَ كِتَبَهُ
فَيَقُوْلُ يَلَيْتَنِيْ لَمْ اُوْتَ كِتَبِيَهْ. وَلَمْ اَدْرِمَاحِسـَابِيَهْ.
يَلَيْهَاكَانَتِ الْقَضَيَةَ.مَآاَغْنَى عَنِّيْ مَالِيَهْ.هَلَكَ عَنِّيْ
سُلْطَنِيَهْ.
Artinya :
“Dan adapun orang-orang
yang kitabnya diberikan ditangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya
jika kitab ini tidak diberikan kepadaku, sehingga aku tidak mengetahui
bagaimana perhitunganku. Wahai kiranya kematianlah yang menyudahi segala
sesuatu. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. Kekuasaanku telah hilang
dariku”. (QS. Al-Haqqah : 25-29)
Didalam kitab tafsir
Ibnu katsier jilid ke8 halaman 200, menerangkan bahwa ayat tersebut
menggambarkan keadaan orang-orang yang sengsara yaitu, orang-orang yang
menerima catatan amalanya dengan tangan kirinya, maka mereka menyesal sehingga
mengeluh, Aduhai sekiranya aku tidak menerima catatan ini dan aku tidak
mengetahui perhitungan amalan yang jelek ini, aduhai sekiranya kematianku ini
tidak dibangkitkan lagi pasti aku tidak menderita seperti ini, sungguh nyata
sekarang bahwa harta kekayaanku dan kekuasaanku dulu tidak berguna sama sekali.
Kaum muslimin
rahimahkumullah
Selanjutnya Allah
memerintahkan pada malaikatnya untuk menangkap dan memasungnya dan
melemparkanya kedalam neraka, hal ini disampaikan Allah pada ayat berikutnya,
yaitu ayat ke 30-37, pada surat yg sama, yang artinya sbb:
“Maka Allah menyuruh
malaikat menangkap dan membelenggunya, kemudian melemparkanya kedalam neraka
jahanam, Rantailah dengan rantai yang panjangnya 70 hasta. Sesungguhnya ia
dahulu tidak percaya kepada Allah yang maha agung, tidak suka menganjurkan
membantu memberi makan fakir miskin, maka sekarang disini tidak ada kawan karib
lagi dan tidak ada makanan baginya kecuali dari darah yang bercampur nanah,
yang tidak akan dapat memakannya kecuali orang-orang yang berdosa dan karena
terpaksa. (QR. Al-Haqqa : 30-37)
Kaum muslimin
rahimahkumullah
Pada ayat diatas Allah
memerintahkan malaikat Zabaniah untuk menangkap, membelenggunya dan
melemparkanya kedalam Neraka Jahanam, lalu setelah itu diperintahkan pula pada
malaikat Zabaniah tsb untuk memasukan rantai dari dalam duburnya dan
dikeluarkan dari mulutnya dan diikatkan rantai tersebut seolah-olah ia
menggiring binatang yang dipasung.
Na’uzubillah suma na’uzubillah.
Kandungan ayat
diatas mestinya menggugah hati kita, menjadikan kita gemetar, berkeringat dingin
dan menangis terisak-isak, seakan saat itu kita sedang merasakan peristiwa yang
teramat dahsyat dan akhirnya tumbuhlah perasaan takut yang amat dalam tehadap
Allah ‘Azza Wa Jalla, agar kita tidak menjadi celaka seperti orang-orang yang
disebutkan dalam ayat tersebut.
Sesungguhnya kita
semua pasti akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti dan kita akan dikumpulkan menjadi satu untuk
mempertanggungjawabkan diri kita masing-masing.
Allah berfirman yang artinya:
Allah berfirman yang artinya:
“Dan dengarkanlah
(seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.(yaitu)
pada hari mereka mendengar teriakan
dengan sebenar-benarnya, itulah hari keluar dari kubur”. (QS. Qaaf : 41-42)
Dan surat lain Allah
juga berfirman yang artinya:
“Tidaklah
orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada
suatu hari yang besar yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta
Alam? Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka
tersimpan dalam sijjin”. (QS. Almuthaffifin : 4-7)
Dan manusia itu
sendiri akan dibangkitkan persis seperti manusia pertama diciptakan, tidak
beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan. Ini disampaikan Allah dalam
firmannya yg artinya : “Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, maka
begitu pula kami mengembalikannya (mengulanginya)”. (QS. Al-Anbiya’: 104)
Kaum muslimin
rahimah kumullah
Jadi jelaslah bahwa
manusia itu akan dibangkitkan kembali seperti sebelumnya, tidak dikurangi
sedikitpun. Dikumpulkan antara laki-laki dan perempuan membaur menjadi satu
ditempat yang sama dan pada hari itu baik laki-laki maupun perempuan tidak
saling menghiraukan lagi, mendengar keterangan Rasulullah saw tsb maka Sitti
Aisah bertanya pada beliau, “Wahai Rasulullah antara laki-laki dan perempuan
akan saling melihat yang satu dengan yang lainnya” maka Rasulullah Saw menjawab yg artinya:
“Perkara pada hari itu lebih keras daripada
sekedar mereka saling melihat satu sama yang lainnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada hari itu
laki-laki tidak akan tertarik dengan wanita dan begitu juga sebaliknya, karena
mereka semua takut akan keputusan Allah Ta’ala. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala
yang artinya :
“Pada hari ketika manusia lari dari
saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang
pada hari itu akan sibuk dengan urusannya yg sangat menyibukannya”. (QS. Abasa:
34-37)
Disana kita hanya
sibuk dengan urusan kita masing-masing, tidak ada ayah, ibu, anak, saudara dan
karib kerabat, kita hanya mengurus urusan kita masing-masing. Tidak akan pula
orang yang akan dapat menolong kita kecuali hanya amalan kita selama hidup
didunia ini.
Demikianlah
peristiwa yang sangat menakutkan yang akan terjadi diakhirat nanti,
muda-mudahan akan menjadikan kita semakin takut akan ‘Azabnya Allah ‘Azza Wa
Jalla, sebelum khutbah ini sy akhiri baiklah kita renungi ayat Allah berikut
ini:
وَلَوْ
تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا
أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
Dan (alangkah ngerinya),
jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan
kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah
melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan
amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin [as-Sajdah/32:12]
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ
الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (٩٩)لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ
يُبْعَثُونَ
Artinya
: “Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari
mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal
shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu
adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai
hari mereka dibangkitkan.” (Qs Al Mukminun: 99-100)
Demikianlah khutbah yang dapat kami sampikan pada hari ini, semoga Allah akan selalu memberikan Taufik dan Hidayahnya untuk mempelajari dan memahami agama yang mulia ini. Amiiin ya Rabbul ‘Aalamiin.
أَقُوْلُ قَوْلِىْ هَاذَا
وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ , إِنَّهُ هُوَ
اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُDemikianlah khutbah yang dapat kami sampikan pada hari ini, semoga Allah akan selalu memberikan Taufik dan Hidayahnya untuk mempelajari dan memahami agama yang mulia ini. Amiiin ya Rabbul ‘Aalamiin.
Khutbah
kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَأَشُكُرُهُ
عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً
كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى،
فَاتَّقُوْا اللهَ عِبَادَ اللهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْرَ
الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ
ضَلَالَةٌ، وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ، فَإِنَّ يَدَ اللهِ عَلَى الجَمَاعَةِ،
وَمَنْ شَذَّ شَذَّ فِي النَّارِ.
ثُمَّ اِعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ
بِنَفْسِهِ وَمَلَائِكَتِهِ قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: (إِنَّ اللَّهَ
وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى
عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ
الرَاشِدِيْنَ، اَلْأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ، وَعُمَرَ،
وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ
وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَجَعَلَ هَذَا
البَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ المُسْلِمِيْنَ عَامَةً يَا رَبَّ
العَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا أَمْنَنَا وَإِيْمَانَنَا
وَاسْتِقْرَارَنَا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ سُلْطَانَنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ
أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي دُوَرِنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا
وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ المُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَأَخْرِجْهُمْ
مِنْ هَذَا الضَّيْقِ وَالشِّدَّةِ بِفَرَجِ عَاجِلٍ قَرِيْبٍ، (رَبَّنَا
تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ).
عِبَادَ الله، (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ
وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)، (وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا
عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ
اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)، فَذْكُرُوْا
اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ
أَكْبَرَ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar