Selasa, 16 Juli 2019

Mentaati Allah dan Rasulnya


                                   السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ    

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ
فَأِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَدٍ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةِ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّار



Jamaah jum’at yang InsyaAllah dirahmati Allah
Segala puja-puji hanyalah untuk Allah semata, semoga kita semua akan senantiasa selalu menjadi hamba-hamba yang bersyukur kepadanya dalam keadaan apapun juga, baik dalam suka, maupun sedang keadaan berduka, baik ditengah keramain maupun sedang bersendiri. Shalawat dan salam semoga akan selalu membasahi bibir-bibir hamba-hambanya yang senantiasa bershalawat kepada nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mendambakan syafaat dari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam diyaumil akhir nanti. Amiin
Selanjutnya khatib wasiatkan kepada kita semua, terutama pada diri khatib sendiri, marilah kita selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah ‘Azza wa jalla dengan ketaqwaan yang sebenar-benarnya, yaitu menjalankan segala perintah-perintahnya dan meninggalkan segala apa yang menjadi larangannya.
Kaum muslimin rahimahkumullah
 Judul khutbah kita hari ini adalah: “Taatilah Allah dan Rasulnya”
Firman Allah subhanahuwata’ala
فَاتَّقُوااللهَ وَاَصْلِحُواذَاتَ بَينِكُمْ، وَاَطِيْعُوااللهَ وَرَسُوْلَهُ اِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ
Artinya : “Maka bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara sesamamu, Dan Ta’atlah kepada Allah dan Rasulnya jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman. (QS. Al-Anfal : 1)
Bila kita perhatikan ayat ini menyeru kepada orang yang beriman untuk selalu taat kepada Allah dan Rasulnya dan juga menyeru kita agar selalu memperbaiki hubungan sesame muslim.
Dan Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa Islam itu datangnya dari Allah ‘Azza wajalla sang pemilik kerajaan dibumi dan langit, yang tiada Tuhan melainkan dia yang berhaq disembah dan dimintai pertolongannya, Allah Ta’ala telah mengutus Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam sebagai utusannya untuk menyampaikan risalah Islam dimuka bumi ini. Firman Allah Ta’ala:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُون
Artinya : “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada seluruh ummat manusia, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” [Saba’/34: 28].
Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam masih hidup empat belas abad yang lalu, para sahabat-sahabat beliau Shallallahu ‘alaihi wasalam radiallahu ‘anhum langsung dapat bertanya pada beliau shallallahu ‘alaihi wasalam tentang apa-apa yang mereka ingin ketahui tentang agama ini. Namun pada saat seperti yang kita alami saat ini, yang sudah mempunya jarak belasan abad lamanya dengan masa hidup beliau Shallallahu ‘alaihi wasalam itu, musthil bagi kita untuk dapat bertanya langsung dengan beliau Shallallahu ‘alaihi wasalam. Namun kita tetap dapat mengikuti apa-apa yang telah menjadi ajaran beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan mengikuti dan mengamalkan ajaran beliau dari pusaka yang telah ditinggalkanya pada kita semua yang beriman yaitu Alquran dan Hadits.
Kaum muslimin yang InsyaAllah dirahmati Allah
Firman Allah Ta’ala :
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Katakanlah (wahai Muhammad): “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk“” (QS. Al A’raf: 158).

Dengan sangat jelas ayat itu menyuruh kita Ta’at pada Allah, ta’at pada kitab-kitabnya dan juga pada utusannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam.
Oleh karena itu kita sebagai orang yang beriman pada Allah dan Rasulnya serta pada hari akhir kita tidak boleh sedikitpun membantah ataupun menyelisih pada ayat-ayat Allah dan juga hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena bila ada satu hadits saja ataupun satu ayat saja dari Alquran dan Hadits yang selisihi, maka kita termasuk orang yang digolongkan “Munafik”. Maka sekali-kali janganlah kita berani berkata dengan perkataan yang seolah-olah bahwa Hadits dan ayat Alquran itu buatan manusia. Orang yang beriman bila ia diseru pada kebaikan maka ia akan patuh dan taat.
Firman Allah Ta’ala yang artinya : ”Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, ‘Kami mendengar dan taat.’ Mereka itulah orang-orang yang beruntung. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan takut kepada Allah serta bertakwa kepada-Nya, mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (an-Nur: 51-52
Dan juga
فَلْيَحْذَرِالَّذِيْنَ يُخَالِفُوْنَ عَنْ اَمْرِهِ اَنْ تُصِيْبَحُمْ فِتْنَةٌاَوْيُصِيْبَحُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
 “Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (an-Nur: 63)

Menurut Ibnu Katsier dalam tafsirnya mengatakan, Maksud ayat diatas adalah hendaknya orang-orang yang menyelisih syariat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasalam, baik secara tampak maupun tersembunyi maka Allah akan menimpakan padanya penyakit dalam hatinya berupa Kekufuran dan kemunafikan serta akan diazab dengan azab yang sangat pedih. Na’u Zubillah summa Na’u Zubillah.
Kaum muslimin rahimah kumullah
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasalam adalah manusia pilihan Allah yang diutus untuk memperbaiki akhlak umat manusia, dan beliau adalah tauladan yang menjadi contoh untuk kita semua, beliau Shalallahu ‘alaihi wasalam adalah manusia yang berakhlak yang sangat mulia dan terkenal dengan kejujurannya sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wasalam dikenal dengan julukan Al-‘Amiin (yang terpercaya). Karena itulah ia menjadi pilihan Allah untuk menjadi utusan Allah dimuka bumi ini dan apa-apa yang ia katakana itu semuanya adalah Firman/ wahyu Allah yang disampaikannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam. Ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wata’ala dalam Alquran :
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
“Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Muhamad itu, baik Al-Qur-an maupun Hadits) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” [An-Najm/53: 3-4]

Kaum muslimin
Untuk itu marilah kita pelajari dengan benar tentang agama kita ini, kita pelajari Alquran dengan benar, baik bacaannya maupun artinya agar dapat kita mengamalkanya dalam kehidupan ini, begitu pula dengan Hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam kita pelajari dengan baik sehingga kita akan dapat mengambil hikmah mana hadits yang wajib diikuti dan mana pula hadits yang wajib kita tolak, kita tidak boleh mengambil agama ini dengan apa yang disampaikan orang-orang, sebelum kita betul-betul mengetahui kalau perkataan itu benar dari sumber yang hakiki yaitu Alquran dan Hadits. Hal ini disampaikan Allah dalam Firmannya yang berbunyi :
وَلَاتَقْفُ مَالَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ, اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَوِالْفُؤَادَكُلُ اُلَءِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْءُوْلًا
Artinya : “Dan janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak ada ilmunya (pengetahuannya) dengan kamu. Karena pendengaran, penglihatan dan juga hati nuranimu, semuanya akan dimintai pertanggung jawabannya diayaumil akhir nanti”. (QS. Al-Isra’ :36)
Menurut tafsir Ibnu katsier, makna ayat tersebut, sebagai orang yang beriman kita dilarang menerima apapun berita, cerita maupun perkataan orang-orang tentang agama ini yang mengatakan begitu dan begini sebelum kita mengkroschek (mengetahui) kebenaranya, juga kita dilarang menilai sesuatu yang tampak dari luarnya saja serta kita juga tidak dibenarkan bersuozon(Berburuk sangka) kepada siapapun, karena itu semua akan diminta pertanggungan jawabannya.  Jadi bila kita mendengar ada orang yang berkata atau mengatakan bahwa Islam itu begini dan begini, maka sebaiknya tanyalah kepadanya darimana sumbernya, bila dari Alquran surat mana ayat berapa juga bila dari Hadits maka Tanyakan shaheh atau tidak, kalau shahe maka shahe siapa, begitu pula bila kita melihat sesuatu maka jangan segera mengambil kesimpulan dari apa yang kita lihat itu, karena belum tentu yang tampak oleh mata itu akan sama dengan yang sebenarnya dan begitu pula dengan hati kita, janganlah engkau gunakan untuk mendengki, jangan pula menjadikan hati selalu berburuk sangka dll, jagalah hati kita agar selalu berbuat Ikhlas dalam segala amalan-amalan.
Hanya inilah khutbah yang dapat kami sampaikan semoga Allah akan selalu memberkahi kita semua dan semoga akan menjadikan mula hidayah, ‘ilmu dan taufiknya pada kita semua. Aamiiin ya Rabbul ‘alamiin.

وَفَّقَنـِيَ اللهُ وَإِيَّاكُمْ لِأَدَاءِ الْأمَانَةِ وَحَمَانَا جَمِيْعًا مِنَ الْإِضَاعَةِ وَالْـخِيَانَةِ وَغَفَرَ لَنَا وَلِوَلِدِيْنَا وَلِـجَمِيْعِ الْـمُسْلِمِيْنَ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Khutbah kedua

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا 
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اَللّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ , قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَي مَحَبَّتِكَ
وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ, وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ
وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ شَرِيْعَتِكَ
فَوَثِّقِ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا, وَأَدِمْ وُدَّهَا، وَاهْدِهَا سُبُلَهَا
وَامْلَأَهَا بِنُوْرِكَ الَّذِيْ لاَ يَخْبُوْا
وَاشْرَحْ صُدُوْرَهَا بِفَيْضِ الْإِيْمَانِ بِكَ, وَجَمِيْلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ
وَاَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ، وَأَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِيْ سَبِيْلِكَ
إِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرِ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ تَسْلِيمًا كَثِيرًا وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالمِينَ.


عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


By: M.Abdush Saleh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar