Minggu, 16 Desember 2018

Khutbah Juma,at Ngerinya Alam Akhirat

Kaum muslimin yang dirahmati Allah

Marilah dengan tidak pernah merasa jenuh untuk selalu mensyukuri ni’mat Allah Ta’ala yang begitu banyak tercurah kepada kita sebagai makhluknya, yang apabila kita mencoba untuk menghitungnya niscaya kita tak akan mampu melakukanya, misalnya saja hari ini, bila Allah swt tidak memberikan taufik dan hidayahnya niscaya kita tidak akan berada ditempat ini sekarang ini. Salawat dan salam mari senantiasa kita curahkan pada junjungan kita, panutan kita Nabiyullah Muhamad Saw, smoga curahan rahmat dan kasih sayang Allah selalu melimpah pada beliau saw, keluarganya dan juga para sahabat-sahabatnya serta InsyaAllah kita sbagai pengikutnya akan mendapat syafaat  darinya diayumil akhir nanti. Amiiin ya Rabbal ‘Alamiiin

Kaum muslimin yang dirahmati Allah

Marilah kita selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dengan keimanan dan ketaqwaan yang hakiki, yaitu Dengan hanya menyembah/ beribadah dan meminta hanya kepadanya semata dan menjalankan segala perintah-perintahnya terutama dan yang paling utama perintah Shalat karena kata Rasulullah saw “bila baik Shalat seseorang maka amalan yang lain akan ikut baik, bila buruk Shalat seserorang maka amalan yang lainpun akan ikut buruk juga dan yang paling tegas Rasulullah mengatakan janganlah kamu tinggalkan semua Shalat-shalat lima waktu dan bila kamu berani meninggalkanya satu waktu saja dengan sengaja dan tanpa Uzur, maka Allah berlepas diri darimu atau dengan kata lain Allah tidak akan memberikan perlindungan lagi padamu”. dan juga marilah kita jauhi semua larangan-larangannya terutaama larangan-larangan yang besar.

Kaum muslimin Rahimahkumullah

Marilah kita segera mencari bekal untuk menuju pertemuan kita dengan sang pencipta kita, Allah Rabbu’Izzati, karena kita tidak mengetahui kapan kita akan mati, kapan ajal akan menjemput kita. Dalam hal ini Allah Ta’ala Berfirman:

وَتَــزَوَّدُوْافَاِنَ خَيْرَالزَّادِالتَّقْوَى، وَاتَّقُوْنِ يَاُولىِ الْاَلْبَابِ

Artinya : “Dan berbekalah kalian maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Taqwa dan bertaqwalah kalian kepadaku wahai orang-orang yang mempunyai akal dan hati yang bersih”. (QS. Al-Baqarah : 197)

Ketahuilah sesungguhnya kita manusia ini sedang dalam melakukan perjalanan setapak demi setapak dalam menempuh kehidupan ini, dimulai dari alam rahim, alam dunia, alam kubur dan alam akhirat. Tahapan-tahapan tsb harus kita jalani hingga akhirnya nanti kita akan menemui alam akhirat, tempat dimana kita akan memperhitungkan segala amalan yang telah kita lakukan semasa didunia ini. Maka sepatutnyalah tatkala kita mendengar  ada yang menyampaikan ayat-ayat Alquran dan Hadits Nabi yang memberitakan tentang keadaan Alam akhirat, hendaklah hati kita menjadi takut, menangis dan menjadi dekatlah hati kita kepada Allah Subbhana Wata’ala.
Akan tetapi bagi kebanyakan orang yang tidak merasa takut kepada Allah ‘Azza Wa jalla ketika disebut kata Neraka, Azab, As-Shirat dan lain sebagainya dan terasa maka terasa ringan diucapkan tanpa makna sama sekali bagi mereka. Na’udzubillahi min dzalik.

Mari kita simak baik-baik ayat Al-Quran berikut ini,

وَاَمَّامَنْ اُوْتِيَ كِتَبَهُ فَيَقُوْلُ يَلَيْتَنِيْ لَمْ اُوْتَ كِتَبِيَهْ. وَلَمْ اَدْرِمَاحِسـَابِيَهْ. يَلَيْهَاكَانَتِ الْقَضَيَةَ.مَآاَغْنَى عَنِّيْ مَالِيَهْ.هَلَكَ عَنِّيْ سُلْطَنِيَهْ.

Artinya :
“Dan adapun orang-orang yang kitabnya diberikan ditangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitab ini tidak diberikan kepadaku, sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku. Wahai kiranya kematianlah yang menyudahi segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. Kekuasaanku telah hilang dariku”. (QS. Al-Haqqah : 25-29)

Didalam kitab tafsir Ibnu katsier jilid ke8 halaman 200, menerangkan bahwa ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang sengsara yaitu, orang-orang yang menerima catatan amalanya dengan tangan kirinya, maka mereka menyesal sehingga mengeluh, Aduhai sekiranya aku tidak menerima catatan ini dan aku tidak mengetahui perhitungan amalan yang jelek ini, aduhai sekiranya kematianku ini tidak dibangkitkan lagi pasti aku tidak menderita seperti ini, sungguh nyata sekarang bahwa harta kekayaanku dan kekuasaanku dulu tidak berguna sama sekali.

Kaum muslimin rahimahkumullah

Selanjutnya Allah memerintahkan pada malaikatnya untuk menangkap dan memasungnya dan melemparkanya kedalam neraka, hal ini disampaikan Allah pada ayat berikutnya, yaitu ayat ke 30-37, pada surat yg sama, yang artinya sbb:
“Maka Allah menyuruh malaikat menangkap dan membelenggunya, kemudian melemparkanya kedalam neraka jahanam, Rantailah dengan rantai yang panjangnya 70 hasta. Sesungguhnya ia dahulu tidak percaya kepada Allah yang maha agung, tidak suka menganjurkan membantu memberi makan fakir miskin, maka sekarang disini tidak ada kawan karib lagi dan tidak ada makanan baginya kecuali dari darah yang bercampur nanah, yang tidak akan dapat memakannya kecuali orang-orang yang berdosa dan karena terpaksa. (QR. Al-Haqqa : 30-37)

Kaum muslimin rahimahkumullah

Pada ayat diatas Allah memerintahkan malaikat Zabaniah untuk menangkap, membelenggunya dan melemparkanya kedalam Neraka Jahanam, lalu setelah itu diperintahkan pula pada malaikat Zabaniah tsb untuk memasukan rantai dari dalam duburnya dan dikeluarkan dari mulutnya dan diikatkan rantai tersebut seolah-olah ia menggiring binatang yang  dipasung. Na’uzubillah suma na’uzubillah.

Kandungan ayat diatas mestinya menggugah hati kita, menjadikan kita gemetar, berkeringat dingin dan menangis terisak-isak, seakan saat itu kita sedang merasakan peristiwa yang teramat dahsyat dan akhirnya tumbuhlah perasaan takut yang amat dalam tehadap Allah ‘Azza Wa Jalla, agar kita tidak menjadi celaka seperti orang-orang yang disebutkan dalam ayat tersebut.
Sesungguhnya kita semua pasti akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti  dan kita akan dikumpulkan menjadi satu untuk mempertanggungjawabkan diri kita masing-masing.
Allah berfirman yang artinya:

“Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.(yaitu) pada hari mereka mendengar  teriakan dengan sebenar-benarnya, itulah hari keluar dari kubur”. (QS. Qaaf : 41-42)

Dan surat lain Allah juga berfirman yang artinya:

“Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta Alam? Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin”. (QS. Almuthaffifin : 4-7)

Dan manusia itu sendiri akan dibangkitkan persis seperti manusia pertama diciptakan, tidak beralas kaki, telanjang dan tidak berkhitan. Ini disampaikan Allah dalam firmannya yg artinya : “Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, maka begitu pula kami mengembalikannya (mengulanginya)”. (QS. Al-Anbiya’: 104)

Kaum muslimin rahimah kumullah

Jadi jelaslah bahwa manusia itu akan dibangkitkan kembali seperti sebelumnya, tidak dikurangi sedikitpun. Dikumpulkan antara laki-laki dan perempuan membaur menjadi satu ditempat yang sama dan pada hari itu baik laki-laki maupun perempuan tidak saling menghiraukan lagi, mendengar keterangan Rasulullah saw tsb maka Sitti Aisah bertanya pada beliau, “Wahai Rasulullah antara laki-laki dan perempuan akan saling melihat yang satu dengan yang lainnya”  maka Rasulullah Saw menjawab yg artinya:

 “Perkara pada hari itu lebih keras daripada sekedar mereka saling melihat satu sama yang lainnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada hari itu laki-laki tidak akan tertarik dengan wanita dan begitu juga sebaliknya, karena mereka semua takut akan keputusan Allah Ta’ala. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala yang artinya :

 “Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang pada hari itu akan sibuk dengan urusannya yg sangat menyibukannya”. (QS. Abasa: 34-37)

Disana kita hanya sibuk dengan urusan kita masing-masing, tidak ada ayah, ibu, anak, saudara dan karib kerabat, kita hanya mengurus urusan kita masing-masing. Tidak akan pula orang yang akan dapat menolong kita kecuali hanya amalan kita selama hidup didunia ini.
Demikianlah peristiwa yang sangat menakutkan yang akan terjadi diakhirat nanti, muda-mudahan akan menjadikan kita semakin takut akan ‘Azabnya Allah ‘Azza Wa Jalla, sebelum khutbah ini sy akhiri baiklah kita renungi ayat Allah berikut ini:

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin [as-Sajdah/32:12]
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (٩٩)لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Artinya : “Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Qs Al Mukminun: 99-100)

Demikianlah khutbah yang dapat kami sampikan pada hari ini, semoga Allah akan selalu memberikan Taufik dan Hidayahnya untuk mempelajari dan memahami agama yang mulia ini. Amiiin ya Rabbul ‘Aalamiin.
أَقُوْلُ قَوْلِىْ هَاذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ , إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ






                               Khutbah kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَأَشُكُرُهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى،
فَاتَّقُوْا اللهَ عِبَادَ اللهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْرَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ، فَإِنَّ يَدَ اللهِ عَلَى الجَمَاعَةِ، وَمَنْ شَذَّ شَذَّ فِي النَّارِ.
ثُمَّ اِعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَمَلَائِكَتِهِ قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَاشِدِيْنَ، اَلْأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَجَعَلَ هَذَا البَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ المُسْلِمِيْنَ عَامَةً يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا أَمْنَنَا وَإِيْمَانَنَا وَاسْتِقْرَارَنَا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ سُلْطَانَنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي دُوَرِنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ المُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَأَخْرِجْهُمْ مِنْ هَذَا الضَّيْقِ وَالشِّدَّةِ بِفَرَجِ عَاجِلٍ قَرِيْبٍ، (رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ).

عِبَادَ الله، (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)، (وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)، فَذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرَ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Senin, 06 Agustus 2018

Taubat yuuuk

Istilah pepatah lama "buruk wajah sulit diubah Buruk Budi dapat diperbaiki". Mungkin pendapat ini ada benarnya atau mungkin benar bagi sebagian dan tidak bagi yang lain









Tidak seorangpun manusia dimuka bumi ini yang tidak berbuat dosa, hanya saja mungkin kadarnya ada yang sedikit, sangat sedikit atau sedang dan besar. Yang sngat sedikit atau mungkin nyaris tidak berdosa sama sekali itu adalah orang-orang pilihan seperti para nabi dan rasul. Kalau orang-oang selain dari itu maka akan berbuat dosa sedikit, sedang dan besar.


Apalagi orang-orang jaman now, lebih banyak amalan buruknya ketimbang amalan baiknya, maka sudah barang tentu lebih banyak dosanya ketimbang pahalanya. Namun kita tidak perlu patah arang, "Sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat dan melakukan amal saleh dan kebaikan"


Bagi yang sudah merasa telah banyak melakukan segala keburukan-keburukan maka marilah kita segera bertaubat. Sesungguhnya pintu taubat selalu terbuka bagi orang-orang yang bertaubat, Jangan menunggu pintu tertutup untuk segera bertaubat.


Semoga kita semua akan mendapat hidayah dari Allah 'Azza wajalla... Ammiiin ya Rabbal 'Alamiin

Selasa, 31 Juli 2018

Pedoman hidup: Antara keinginan dan kenyataan

Pedoman hidup: Antara keinginan dan kenyataan: Terkadng hidup itu tidak seiring dengan apa yang kita impikan dan kita cita-citakan dan bahkan sering sebalikannya yang kita dapatkan, namu...

Antara keinginan dan kenyataan

Terkadng hidup itu tidak seiring dengan apa yang kita impikan dan kita cita-citakan dan bahkan sering sebalikannya yang kita dapatkan, namun itulah sebuah kenyataan yang harus kita tempuh baik suka ataupun tidak


Sering kita mendengar celotehan anak-anak kita, mereka sering berbincang dengan teman sebaya mereka ataupun dengan kakak-kakak serta orang tua mereka, mereka sering mengatakan bahwa nanti kalau sudah besar saya mau jadi itu ataupun jadi ini.



Hal itu adalah sebuah kewajaran bagi mereka dan merupakan motifasi agar mereka giat dalam belajar dan menuntut ilmu. Namun yang sering kita liat dan saksikan bahwa setelah mereka besar dan tumbuh menjadi dewasa apa yang dulu sering mereka ungkapkan tidaklah menjadi kenyataan dan bahkan mereka sering lupa apa yang dulu pernah mereka cita-citakan.


Cepat ataupun lambat hidup ini pasti akan berakhir dan akhir dari pada kehidupan adalah maut alias kematian, tiada satupun manusia yang mengetahui kapan sang maut itu akan mendatangi dirinya bahkan kebanyakan manusia tidak mengira bahwa maut itu sudah sangat dekat dengan dirinya.


Kebanyakan manusia berfikir hanya untuk kesenangan sesaat, kesenangan yang dapat membuat dirinya lupa bahwa besok atau lusa maut itu akan segera mendatanginya. Terkadang kita sering berfikir bahwa kita ini akan hidup selamanya sehingga sering membuat kita merencanakan sesuatu untuk jangka panjang, kita lupa kalau rencana itu hanyalah kehendak sang khalik. Dalam perencanaan yang belum tentu terlaksana itu tiba-tiba maut datang menjemput kita.


Terjadilah penyesalan yang tiada tara dan tiada berakhir, menyesali dan meratapi mengapa dulu aku tidak Shalat, mengapa dulu aku tidak memberi makan pakir miskin dan mengapa dulu aku tidak melakukan amalan-amalan Saleh serta mengapa dulu aku tidak bersama orang-orang saleh melakukan kebaikan-kebaikan dimuka bumi dulu.


Sayangnya semua penyesalan-penyesalan itu tiada akan merubah keadaan lagi







Kamis, 26 Juli 2018

Hanya berbagi hidup itu indah

Latar belakang kehidupan yang serba awut-awutan, akhirnya aku temukan suatu jalan yang membentang lurus dan luas dihadapanku, mampukah aku menulusuri jalan yang lurus, luas dan sangat jauh ini???




Dalam usiaku yang sudah hampir mencapai umur lima puluh tahunan ini, aku ingin berbagi sedikit tentang masa laluku yang sangat menyedihkan.

Ketika aku berusia tiga puluh tahunan, aku menderita sakit yang sangat menakutkan, yaitu adanya tumor pada usus dan buah kemaluanku. Pada awalnya aku tidak mengetahui kalau yang aku derita itu adalah sejenis tumor ataupun kanker, pada waktu itu sku sering merasa nyeri dan sakit pada paha sebelah kananku, lama-lama sakit dan nyeri itu semakin sering terasa dan akhirnya tepat pada tahun dua ribu lima yang lalu aku memeriksakan diri kedokter, dan betapa terkejutnya aku ketika itu karena menurut dr yang aku kunjungi tersebut, bahwa sakit yang aku derita tersebut adalah TUMOR Ganas yang sudah stadium 4, aku sedih dan juga kecewa, karena dr tersebut menuyuruh aku segera mengoperasi sakit yang aku derita itu. singkatnya setelah beberapa kali aku memeriksakan diri ke dr, baik dr ahli penyakit dalam, ahli bedah dan umum, maka mereka tetap pada kesimpulannya bahwa sakit yang saya derita itu adalah sama yaitu Tumor ganas..

Dengan perasaan sedih, kecewa dan berbagai macam perasaan yang ada akhirnya aku menyimpulkan untuk mengunjungi ahli pengobatan alternatif.
Dan ternyata memang benar apa yang diperkirakan dokter-dokter tersebut, menurut orang pintar yang saya kunjungi itu juga memberikan pendapat yang sama, hanya cara penyebutan saja yang berbeda.

Setelah beberpa hari saya berobat dengan orang pintar tersebut, dengan meminum ramuan atau obat yang diberikannya padaku dan dengan dibantu dengan urut atau pijatan maka Alhamdulillah atas Izin Allah Bengkak atau Tumor yang ada dalam perut atau usus tersebut pecah dan ini dibuktikan dengan pengeluaran yang pada esok harinya. Yaitu ketika aku buang hajat (buang air besar) yang keluar hanyalah kotoran yang berbentuk seperti beras namun lembek seperti nasi dan ini terjadi selama satu minggu.

Setelah mengalami pengeluaran selama satu minggu tersebut, akhirnya perasaan saya sudah kembali seperti sebelumnya alias sudah merasa sembuh, padahal orang pintar tersebut belum menyarankan untuk berhenti berobat karena masih ada sisanya. Namun karena alasan macam-macam akhirnya aku berhenti berobat dan kembali beraktivitas seperti sebelumnya.

Tidak terasa bulan berjalan tahunpun berlalu, tepatnya bulan agustus tahun dua ribu dua belas yang lalu, sakit yang seperti aku alami beberapa tahun yang lalu kembali mendera perasaanku dan kali ini semakin sakit dan sudah hampir disekujur tubuh. Akhirnya aku putuskan untuk berobat kepada sang ahli pengobatan alternatif yang lainnya, lebih kurang delapan bulan aku berobat dengan sang ahli ini, namun sang Penyembuh belum menghendaki kesembuhanku, maka aku sampailah pada kesimpulanku, bahwa tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali sang pembuat penyakit itu sendiri.

Maka dengan perasaan sedih dan haru pada suatu sore aku panggil anak-anak dan isteriku, dan aku bersumpah dihadapan Allah Azza wajalla dan dengan disaksikan anak dan isteriku bahwa "DEMI ALLAH MULAI SAAT INI, MULAI DETIK INI AKU TIDAK AKAN MENINGGALKAN SHALAT LIMA WAKTU LAGI". itulah sumpahku dihadapan Allah dan disaksikan anak dan isteriku.

Dan InsyaAllah sejak saat itu akupun tidak lagi pernah meninggalkan Shalat-shalat wajib.
Bermodalkan keyakinan yang penuh bahwa tiada yang dapat menyembuhkan penyakit selain dari pada Allah Azza wajalla, maka dengan bekal pengetahuan yang diberikan oleh seorang sahabat akhirnya akupun mulai mengonsumsi air rebusan "BENALU YANG HIDUP DIPOHON KELOR".
Dan Alhamdulillah setelah meminum air rebusan tersebut selama satu tahun, akhirnya sampai saat ini aku InsyaAllah sudah benar-benar sembuh seperti sebelumnya.

Demikianlah tulisan yang singkat ini semoga ada manfaatnya bagi kita semua, khususnya bagi yang membaca tulisanku ini. Ammiiin...