Kamis, 08 Agustus 2019

Tentang Do,a


اِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ
Jamaah jum’at yang insyaAllah dirahmati Allah
Dengan rahmat dan hidayah Allah kita saat ini masih dapat melaksanakan aktivitas kita pada setiap jumat, yang merupakan kewajiban bagi setiap laki-laki muslim yang sudah baligh dan tidak dalam keadaan Uzur. Maka selayaknya kita selalu bersukur atas nikmat tersebut, dengan syukur yang benar-benar sesuai dengan tuntunan nabi kita Muhamad Saw, yaitu sukur dengan lisan, dengan banyak mengucap hamdallah, sukur dengan tindakan yaitu menjalankan segala perintah Allah dan Rasulnya. Shalawat dan salam mari selalu kita limpahkan untuk junjungan kita nabiyullah Muhamad Shallallahu ‘alaihi wasallam,semog beliau, keluarga dan para sahabatnya akan selalu dalam rahmat dan kasih sayang Allah serta pada akhirnya kita yang senantiasa bershalawat padanya akan mendapat syafaat dari beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam diyaumil akhir nanti. Amiiin.
Selanjutnya disini sebagai kahtib sy wasiatkan pada kita semua terutama diri sy pribadi dan para jamaah semuanya. Marilah kita selalu bertaqwa kepada Allah, dengan ketaqwaan yang nyata, dengan ketaqwaan yang sesungguhnya yaitu menjalankan segala apa yang diperintahkan Allah dan Rasulnya dan meninggalkan segala yang dilarang Allah Rasulnya. Maka dengan demikian InsyaAllah kita akan menjadi hambah yang akan memperoleh kemenangan.
Kaum msulimin
Adapun khutbah hari ini adalah tentang Do’a”.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa doa adalah ruhnya ibadah atau ada juga yang mengatakan sumsumnya ibadah, itu artinya menunjukan bahwa pentingnya do’a tersebut bahkan do’a adalah sesuatu yang amat penting didalam Islam, sehingga Allah mencelah kepada orang yang tidak mau berdo’a:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْ اَسْتَجِبْ لَكُمْ, اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَمَ دَاخِرِينَ
Artinya: “Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”
(QS. Al Mukmin: 60)
Asaukani Rahimahullah berkata, bahwa makna ayat diatas adalah bahwa Do’a itu adalah ibadah dan meninggalkan berdo’a kepada Allah itu adalah suatu kesombongan yang paling buruk.
Dan hal itu juga sesuai dengan Hadits nabi berikut ini:
اَلدُّعَاءُهُوَّالْعِبَادَةُ ثُمَّ قَالَ: قَالَ رَبُّكُمْ اُدْعُوْنِيْ اَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya : “Doa itu ialah Ibadah, seraya nabi membacakan firman Allah: ‘Berdo’alah padaku niscaya aku akan menerima permintaan kamu”. (H.R. Abu Dawud)
Dengan hadits diatas kita memahami bahwa yang dikatakan do’a itu sesungguhnya adalah ibadah, karena bila kita ambil definisi dari pada sombong berdasarkan hadits Rasulullah saw  yang menjawab pertanyaan sahabat yang menanyakan apkah orang yang berhias, memakai sandal baru dan baju itu termasuk sombong? Maka Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَلَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
 Artinya : Allah itu suka akan keindahan menyukai sikap berhias.Sombong itu adalah menolak kebenaran dengan takabur dan meremehkan orang lain”. (HR. Muslim)
Maka jelas makna orang yang tidak berdo,a itu sombong adalah orang yang enggan menundukan diri dihadapan Allah ‘Azza wajalla, baik dalam menyembah maupun untuk meminta.
Jamaah jum’at yg InsyaAllah dirahmati Allah
Karena do’a merupakan suatu ibadah dan merupakan perintah Allah maka ibadah itu tentu ada aturan-aturan yang diatur oleh Allah dan Rasulnya, missalnya saja, kita diperintahkan oleh Allah Ta’ala agar berdo’a kepadanya dengan merendahkan diri dan dengan suara yang lemah lembut serta tidak melampaui batas. Hal ini terdapat dalam surat Al-A’raf ayat 55 yang bunyinya sbb:
اُدْعُوْارَبَّكُمْ تَضَرُّعًاوَّخُفْيَةً’ اِنَّهُ لَايُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ. وَلَاتُفْسِدُوْافِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَاوَادْعُوْهُ خَوْفًاوَّطَمَعًا, اِنَّ رَحْمَتَ اللهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya : “Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu merusak dimuka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut dan berharap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat pada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A’raf: 55-56)
Dalam ayat ini Allah menuntun para hambanya untuk selalu berdo’a dan menyeru kepadanya dalam segala urusan kepentingan mereka didunia maupun diakhirat. Juga menuntun cara berdo’a agar dapat diterima yaitu dengan perasaan merendahkan diri, menyadari bahwa dirinya adalah hambah yang memohon pada Tuhanya, dengan suara yang lembut dan lirih berharap belas kasih dari yang dimintainya.
Abu Musa Al-Asy’ari ra berkata, ketika Rasulullah saw mendengar ada orang yang berdo’a dengan suara yang keras dan lantang, maka nabiyullah saw bersabda:
اَيُّهَاالنَّاسُ ارْبَعُواعَلَى اَنْفُسِكُمْ فَاِنَّكُمْ لَاتَدْعُونَ اَصَمَّ وَلَاغَاءِبَااِنَّ الَّذِى تَدْعُونَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ
Artinya : “Wahai manusia tahanlah suaramu (Kasihanilah) dirimu, karena kalian tidak menyeru kepada Tuhan yang pekak dan jauh, sesungguhnya kalian berseru pada Tuhan yang sangat dekat dan maha mendengar”. (HR.Bukhari & Muslim)
Kaum muslimin
Dalam hadits tersebut telah nyata kita disuruh agar berdoa dengan suara lembut, lirih, juga dengan perasaan rendah diri, patuh dan taat dengan khusyu’ dan yakin sepenuhnya terhadap keesaan dan kekuasaan Allah, tanpa memperkeras suara apalagi bila untuk dipuji orang.
Alhasan Albashri berkata: bahwa dahulu adakalanya seseorang yang hafis 30 juz Alquran, tetapi tidak seorangpun yang mengetahuinya, dan ada pula yang pandai tentang fiqh tetapi tidak seorangpun yang mengetahuinya bahkan adakalanya seseorang melakukan Shalat sunat dirumahnya yang sangat khusyu’, tetapi tidak seorangpun dari seisi rumahnya yang mengetahuinya. Pendirian mereka tiada suatu amalpun yang dapat dilakukan dengan rahasia melainkan mereka melakukan dan merahasiakannya, mereka rajin berdo’a tetapi tidak terdengar suara mereka kecuali mereka hanya berbisik. Dan begitu pula tentang isi do’anya kita tidak perbolehkan berlebihan dalam berdo’a. Sa’ad ra  mendengar salah seorang putranya berdo’a dengan Do’a : “Ya Allah aku mohon padamu surge dan nikmatnya, pakaiannya dan aku berlindung padamu dari neraka dan rantainya serta belenggunya”. Maka sa’adpun berkata pada anaknya “engkau telah meminta kepada Allah kebaikan yang banyak dan berlindung dari bahay yang banyak. Sedangkan aku mendengar Rasulullah saw bersabda: 
اِنَّهُ سَيَكُنُ قَوْمُنْ يَاعْتَدُوْالنَ فِدُّعَاعِيَعْتَدُّنَ فِطَّحُوْرِوَدُّعَاعِ
Artinya : “Sesungguhnya kelak akan terjadi orang-orang yang berlebihan dalam berdo’a dan bersuci (berwhudhu’)”. (HR. Ahmad)
Maka cukuplah bagimu jika berdo’a  : “Ya Allah sy mohon kepadamu surge dan semua yang dapat mendekatkan kesurga baik yang berupa perbuatan maupun ucapan dan aku berlindung kepadamu  dari neraka dan apa yang dapat mendekatkan kepadanya baik ucapan ataupun perbuatan.
Dengan ayat dan hadits tersebut jelas bagi kita semua bahwa berdo’a itu haruslah sesuia dengan tuntunan Allah Rasulnya dan janganlah berlebih-lebihan dalam berdo’a, banyak sekali contoh-contoh orang-orang yang dikatagorikan Allah berlebihan dalam berdo’a, seseorang berdo’a meminta sesuatu yang tidak sesuai dengan keadaan dirinya, bahkan ada orang yang berdo’a agar disamakan dengan para shuada, para sahabat dan bahkan meminta dipersamakan seperti nabi dan Rasul, padahal kita sadar bahwa diri kita mustahil akan dapat menyamai mereka baik dalam akhlak, keimanan, ibadah dan lain-lain.
Kaum muslimin Rahimahkumullah
Berdo’a disamping kewajiban ia pun mempunya syarat-syarat dan ketentuan. Misalnya bagaimana caranya agar do’a kita dapat dikabulkan oleh Allah ‘Azza wa jalla kapan waktu yang tepat untuk berdo’a agar do’a kita diijabah dan masih banyak ketentuan-ketentuan lainnya.
Kemudian pada ayat ke 56 nya pada surat Al-A’raf diatas Allah memperingatkan kepada hamba-hambanya “Janganlah berbuat kerusakan dimuka bumi sesudah Allah memperbaikinya dan berdo’alah selalu kepada Allah, baik diwaktu takut dari sesuatu yang membangkitkan harapan ataupun keinginan maupun dalam keadaan apapun. Sesungguhnya rahmat Allah selalu dekat kepada orang yang berbuat baik. Matahar  Alwaraaq berkata, “Tuntutlah janji Allah dengan melakukan ketaatan padanya, sebab Allah telah menetapkan bahwa Rahmat-nya dekat sekali kepada orang yang berbuat baik lagi melakukan ketaatan kepadanya”. (R. Ibn Abi Hatim)
Untuk itu marilah kita selalu memperbanyak berdo’a kepada Allah dengan kelembutan dan kerendahan hati juga dengan kesabaran dan ketaatan kepada Alla ‘Azz wa jalla serta marilah pulah kita berdo’a agar saudara-saudara kita yang belum memperoleh hidayah dari Allah akan segera diberi hidayah oleh Allah subahan hu wa ta’ala. Aminn. Sebelum kita akhiri khutbah ini marilah kita simak sebuah Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini:
وَعَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ كَانَ يَقُوْلُ: دَعْوَةُالْمَرْءِالْمُسْلِمِ لِأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ, عِنْدَرَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَادَعَالِاَخِيْهِ بِخَيْرٍقَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ وَلَكَ بِمِشْلٍ
Artinya : “Dari Abu Darda ra, sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda ‘Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang tidak diketaahui oleh saudaranya yg dido’akan tersebut adalah mustajabah (Terkabulkan), dikepalanya ada malaikat yang ditugaskan disana, setiap ia berdo’a untuk saudaranya, maka malaikat itu berkata “Amiin” dan bagimu seperti yang kau pinta”. (HR. Muslim)
Semoga khutbah ini akan bermanfaat bagi kita semua dan semoga Allah selalu memberi taufik dan hidayahnya untuk kita semua… Aammiiiin Ya Rabbul ‘Alamiiin.

أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ






                               Khutbah kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَأَشُكُرُهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى،
فَاتَّقُوْا اللهَ عِبَادَ اللهِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْرَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ، فَإِنَّ يَدَ اللهِ عَلَى الجَمَاعَةِ، وَمَنْ شَذَّ شَذَّ فِي النَّارِ.
ثُمَّ اِعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَمَلَائِكَتِهِ قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَاشِدِيْنَ، اَلْأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَجَعَلَ هَذَا البَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ المُسْلِمِيْنَ عَامَةً يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا أَمْنَنَا وَإِيْمَانَنَا وَاسْتِقْرَارَنَا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ سُلْطَانَنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي دُوَرِنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ المُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَأَخْرِجْهُمْ مِنْ هَذَا الضَّيْقِ وَالشِّدَّةِ بِفَرَجِ عَاجِلٍ قَرِيْبٍ، (رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ).
عِبَادَ الله، (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)، (وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)، فَذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرَ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

By. M.Abdush Salih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar