Khutbah Pertama
إِنّ الْحَمْدَ
ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ
وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا
الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ
اللّهُمَّ
عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً،
وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Kaum muslimin
rahimahkumullah
Marilah kita
sealalu bersukur atas segala apa yang telah Allah diberikan pada kita semua,
baik kesehatan, kesempatan ataupun yang paling tinggi dari semua itu adalah
iman. Sehingga ia telah mampu mengantarkan kita ketempat yang mulia ini untuk
melaksanakan kewajiban kita pada setiap hari jumat. Shalawat dan salam
hendaklah selalu tercurah kepada huswatun kita Nabi Muhamad saw, keluarganya,
sahabat-sahabatnya dan umatnya yang selalu sabar dalam mengikuti
sunnah-sunnahnya. Dan juga yang tak kalah pentingnya sy mengajak kita semua
untuk selalu bertaqwa kepada Allah ‘Azza wajalla, agar kita selalu melakukan
kebaikan-kebaikan dan beribadah padanya sesuai dengan tuntunannya dan tuntunan
Rasulnya.
Kaum msulimin
yang insyaAllah selalu dirahmati Allah
Adpun tema
khutbah kita siang ini adalah : “KETIKA AJAL KIAN MENDEKAT”
Bila kita merenungi
tentang perjalanan kehidupan anak manusia dimuka bumi ini, maka otomatis kita
akan sadar bahwa sesungguhnya tidak ada lagi orang-orang yang dekat dengan kita
pada saat ini yang masih berumur sampai ratusan tahun, jangankan ratusan tahun,
diusia 90 an tahun saja sudah termasuk barang yang langkah. Yang masih banyak
kita temui dan kita lihat saat ini umur umat nabi Muhamad ini adalah kisaran
umur 60-80 tahunan. Dan bila kita memperhatikan orang-orang tua yang sudah
berumur 70-80 tahunan saat ini itupun sudah Nampak rentah dan sudah tidak mampu
lagi melakukan aktivitas selayaknya ketika mereka masih berusia 50-60 tahunan. Kalau
kita simak ayat Alquran yang berbunyi :
قُلْ
إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ
تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا
كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya :
“Katakanlah’ Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka
sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan
kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan
kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Jumu’ah :8)
Dan Hadits
nabi yang berbunyi :
أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ
وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ
Artinya :
“Umur-umur umatku antara 60-70 tahun dan sedikit dari mereka yang melebihi
itu”. (HR.Tirmizi) (Dihasankan Sanadnya oleh Ibnu Hajar dalam Fahtul Bahri,
11/240
Bila kita
menyimak dan merenungkan ayat Alquran dan hadits diatas, kita memahami betul
bahwa tidak ada seorangpun dari kita manusia ini yang akan dapat menghindarkan
diri dari kematian dan sesungguhnya kitapun akan dikembalikan kepada Allah sang
pencipta manusia itu sendiri. Dan didalam hadits diatas Rasulullah saw telah
memberikan isyarat bahwa umat beliau hanya akan hidup kisaran umur 60 tahunan
sampai 70 tahunan dan tidka akan banyak yang akan lebih dari itu. Jadi bila
kita renungi dengan baik wajar saja saat ini bila sudah sedikit yang berumur
sampai seratus tahun dan bahkan diumur 70 dan 80 tahunan saja sudah banyak dari
umat nabi muhamad diakhir jaman ini yang sudah mulai Nampak rentah dan pikun.
Kaum
muslimin rahimahkumullah
Dalam
kesempatan yang mulia saya ingin menukil sebuah tulisan dari seorang anak
bangsa yang sangat terkenal dinegara kita dan bahkan didunia, karena
kemampuanya dalam bidang technologi yaitu Prof Dr Ing BJ Habibie yang merupakan
pesan bagi kita semua. Dalam tulisannya beliau berpesan “Saya diberikan
kenikmatan oleh Allah ilmu technology, sehingga sya mampu membuat pesawat terbang.
Tapi sekarang saya menyadari dan mengetahui bahwa ilmu agama itu lebih
bermanfaat bagi umat. Dan bila saat ini sy disuruh memilih keduanya maka sy
akan memilih ilmu agama”.
Itulah pesan
pertama beliau dalam Tulisannya. Kemudian beliau menceritakan bagaimana tentang
hari-harinya setelah ia ditinggalkan isterinya, beliau berkisah “kehidupan
dirumahnya terasa sunyi, isteri sudah meninggal, tangan sudah menggigil karena
sudah lemah, penyakit telah menggerogoti sejak lama, duduk tak enak berjalanpun
tak nyaman.. untunglah ada seorang kerabat jauh mau menemani bersama seorang
pembantu…tiga anak semuanya sudah sukses…. Berpendidikan tinggi sampai keluar
negeri, ada yang berkarier diluar negeri, ada yang jadi pengusaha dan ada pula
yang bekerja diperusahan asing dengan posisi tinggi. Persoalan ekonomi saya
angkat jempol kepada mereka (Anak-anaknya-pen) semuanya kaya Raya……. Namun
sambungnya, saat tua seperti ini dia merasa hampa ada pilu mendesak disusdut
hatinya, tidurpun tak nyaman, dia berjalan memandangi fhoto-fhoto masa lalunya
ketika ia masih perkasa dan energik yang penuh dengan kenangan. Dirumah yang
besar dia merasa kesepian tiada suara tangis dan tawa anak dan cucu, hanya
detak jam dinding yang berbunyi teratur…. Punggungnya terasa sakit, sesekali
air liurnya keluar dari mulutnya dan
dari sudut matanya ada air yang menetes rindu akan kunjungan anak dan
cucu-cucunya. Tapi semua anaknya sibuk semuanya tinggal dikota atau negeri
lain. Ingin pergi ketempat ibadah, namun badan tak mampu berjalan… sudah terlanjur
melemah… begitu lama waktu ini bergerak, tatapanya hampa, jiwanya kosong hanya
gelisah yang menyeruak sepanjang waktu.
Laki-laki
renta itu barang kali adalah saya atau mungkin anda yang sedang membaca tulisan
ini suatu saat nanti. Kita hanyalah menunggu sesuatu yang tidak pasti dan yang
pasti hanyalah kematian. Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya. anak
yang sukses tidak mampu lagi menyejukan rumah mewahnya yang ber AC. Cucu-cucu
yang hanya seperti orang asing bila datang. Asset-aset produktif yang selalu
menghasilkan, entah untuk siapa?. Kira-kira jika malaikat pencabut nyawa datang
menjemput, akan seperti apakah kematianya nanti?. Siapa yang akan memandikan?
Dimana akan dikuburkan? Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya
datang untuk mengurus jenazah dan menguburkan?
Apa amal
yang akan dibawa keakhirat nanti? Rumah akan ditinggal asset juga akan
ditinggal pula. Anak-anak entah apakah akan ingat berdo’a untuk kita atau
tidak??? Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan??? Apalagi
jika anak tak sempat dididik sesuai dengan tuntunan agama??? Ilmu agama hanya
sebagai sisipan saja.
"Kalau lah sempat" menyumbang yang cukup
berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di
jalan Allah yang lainnya...
"Kalau lah sempat" dahulu membeli sayur
dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang......
"Kalau lah sempat" memberikan sandal untuk
disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan.....
"Kalau lah sempat" membelikan buah buat
tetangga, kenalan, kerabat, dan handai taulan...
Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin
itu semua akan menjadi "Amal Penolong" nya ...
Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang
shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan
Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan &
diperhatikan, maka mungkin ia senantiasa akan 'Terbangun Malam hari',
'meneteskan air mata' mendoakan kedua orang tuanya.
Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada
orang sehingga bermanfaat bagi sesama...
"KALAULAH SEMPAT"
Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ? Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius?
Menyiapkan 'bekal' untuk menghadap-Nya dan 'Mempertanggung Jawabkan kepadaNya?
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang bisa melalaikan.....
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ? Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius?
Menyiapkan 'bekal' untuk menghadap-Nya dan 'Mempertanggung Jawabkan kepadaNya?
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang bisa melalaikan.....
Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi
jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir hidup
kita.
Teruslah menjadi "si penabur kebajikan"
selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.
Semoga Bermanfaat...🙏
Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie
Kaum muslimin rahimahkumullah
Itulah sedikit tulisan Bj Habibie sebagai pesan dan
nasehat kepada kita semua, agar kita semua jangan menyesal setelah hari tua
nanti, makna yang mendalam yang beliau sampaikan adalah agar kita semua mau
belajar ilmu agama, karena dengan agamalah hidup kita akan mulia dan dengan
agamlah kita akan bahagia, tiada ada kebahagiaan dengan harta yang melimpah dan
anak yang sukses tapi hanya dalam urusan dunia, maka didiklah anak-anak kita
dengan ilmu agama yang sesuai dengan tuntunan Alquran dan sunnah. Karena tanpa
ilmu agama hidup akan menjadi hampa masa tua akan menjadi penyesalan bagi kita
semua, mumpung Allah masih memberikan
kita waktu untuk segera menyadari kekhilafan-kekhilafan serta
kesalahan-kesalahan kita selama ini, mari kita semua bertaubat dengan taubatan
Nasuha. Ingatlah umur tidak menjadi halangan untuk bertaubat dan bersegera diri
menuju keridlaan Allah Rabbul ‘izzati. Sebaik-baik manusia adalah yang berumur
panjang yang selalu mengabdikan diri kepada Allah ‘Azza wajalla.
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ
عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
Artinya :
“Sebaik-baik
manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya. Dan sejelek-jelek
manusia adalah orang yang panjang umurnya dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad,
At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abu Bakrah z, lihat Shahih Al-Jami’ no. 3297)
Hadits
memperingtkan kita agar kita selalu melakukan ketaatan dan melakukan amalan
kebaikan walaupun umur kita sudah semakin tua. Karena Semakin tua umur
seseorang, semakin berkurang kekuatnnya dan melemah fhisiknya hingga kembali
kepada keadaan yang serupa dengan anak kecil dalam hal lemahnya tubuh,sedikit
akalnya dan tidak adanya pengetahuanya. Demikian pula munculnya pemandangan
yang tidak bagus serta tidak mampu melakukan banyak ketaatan. Maka cukuplah
seseorang berlindung dari kepikunan kepada Allah, karena Allah telah
menamakannya dengan umur yang paling rendah/hina dan mejadi tidak tahu apa-apa
yang sebelumnya ia mengetahuinya. Maka nabipun selalu berdo’a dan mengajarkan
pada kita dengan do’a yang sama:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ
وَالْهَرَمِ
Artinya
: “Wahai Allah aku berlindung kepadamu dari kelemahan, kemalasan, pengecut dan
kepikunan”. (HR.Imam Bukhari)
Ketahuilah bahwa selagi manusia
masih ada harapan hidup maka tidak akan terputus harapannya untuk mendapatkan
dunia. Bahkan terkadang dirinya tidak mau mencabut diri dari kelezatan dan
syahwat yang maksiat. Setan pun selalu membisikkan untuk mengakhirkan taubat
hingga akhir umurnya. Sehingga bila ia telah yakin akan mati dan tidak ada
harapan lagi untuk hidup, barulah ia sadar dari mabuknya akan syahwat dunia. Ia
pun menyesali penyia-nyiaan umurnya dengan penyesalan yang hampir membunuh
dirinya. Ia meminta dikembalikan ke dunia untuk bertaubat dan beramal shalih.
Namun permintaannya tidak digubris, sehingga berkumpullah padanya sakaratul
maut dan penyesalan atas sesuatu yang telah lewat.
Allah l telah memperingatkan
hamba-Nya akan hal ini, supaya mereka bersiap-siap menghadapi kematian dengan
bertaubat dan beramal shalih sebelum datangnya. Allah l berfirman:
وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ. وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ. أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللهِ وَإِنْ كُنْتُ لَـمِنَ السَّاخِرِينَ
“Dan kembalilah kamu kepada
Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang adzab kepadamu kemudian
kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah
diturunkan kepadamu dari Rabbmu sebelum datang adzab kepadamu dengan tiba-tiba,
sedang kamu tidak menyadarinya, supaya jangan ada orang yang mengatakan: ‘Amat
besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap
Allah’.” (Az-Zumar: 54-56) [Lihat Latha`iful Ma’arif, Al-Imam Ibnu Rajab t hal.
449-450]
‘Ali bin Abi Thalib z berkata:
“Dunia pergi membelakangi, sedangkan akhirat datang menyambut, dan bagi
masing-masingnya ada anak-anak (pecinta)nya. Maka jadilah kalian termasuk ahli
akhirat dan jangan menjadi ahli dunia. Hari ini (kehidupan dunia) adalah tempat
beramal bukan hisab, dan besok (kiamat) hanya ada hisab, tidak ada amal.”
(Lihat Shahih Al-Bukhari, Kitab Ar-Riqaq Bab Fil Amal Wa Thulihi)
Nabi n bersabda:
لاَ يَزَالُ قَلْبُ الْكَبِيْرِ شَابًّا فِي
اثْنَتَيْنِ: فِي حُبِّ الدُّنْيَا وَطُولِ الْأَمَلِ
“Orang yang sudah tua senantiasa
berhati muda pada dua perkara: dalam cinta dunia dan panjangnya angan-angan
(yakni panjangnya umur).” (HR. Al-Bukhari no. 6420)
Wallahu a’lam.
Semoga
akan menjadi motivasi bagi kita semua untuk segera bertaubat kepada Allah ‘Azza
wajalla dan bersegera diri dalam mengejar keridlaannya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ،
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ
الْـمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah
kedua
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ
مُحَمّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ
أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ
إِمَامًا
اَللّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ
أَنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ , قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَي مَحَبَّتِكَ
وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ,
وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ
وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ
شَرِيْعَتِكَ
فَوَثِّقِ اللَّهُمَّ
رَابِطَتَهَا, وَأَدِمْ وُدَّهَا، وَاهْدِهَا سُبُلَهَا
وَامْلَأَهَا بِنُوْرِكَ
الَّذِيْ لاَ يَخْبُوْا
وَاشْرَحْ صُدُوْرَهَا بِفَيْضِ
الْإِيْمَانِ بِكَ, وَجَمِيْلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ
وَاَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ،
وَأَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِيْ سَبِيْلِكَ
إِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلَى
وَنِعْمَ النَّصِيْرِ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا
بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ
الْوَهَّابُ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَصَلىَّ اللهُ
عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ تَسْلِيمًا كَثِيرًا وَآخِرُ دَعْوَانَا
أَنِ اْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالمِينَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ
يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ
فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ